Madu Lebah & Anak

Mengenal manfaat dan khasiat madu yang dihasilkan lebah untuk kesehatan anak

Pilihan Seorang Ibu Terhadap Madu Anak

Para Bunda pasti kebayang gimana kalau punya banyak anak terutama yang masih kecil-kecil. Rumah tiap hari seperti kapal pecah. Namun kita tentu tak pernah bosan untuk tiap hari membersihkan rumah yang diberantakin si kecil. Namun ketika anak-anak itu sakit, ini yang menjadi tantangan sebagai ibu yang harus merawat anak sekaligus merawat rumah.

Saya merasakan ketika ketiga anak saya sakit, dimulai dari si sulung yang panas demam, lalu sehari berikutnya adek dan si bungsu juga terkena batuk pilek.
Memang ketika anak sakit, misalnya panas demam atau batuk, saya dan suami tidak pernah langsung membawa ke dokter. Biasanya setelah 3 hari tidak ada perubahan barulah kami periksakan ke dokter.

Tapi bagi saya yang bersama anak-anak di rumah, kalau sudah sakit ketiga tiganya maka inilah masa-masa ujian buat saya. Pengennya sih langsung diberi obat, namun kami juga berkomitmen agar tidak gampang memberi obat kepada anak. Apalagi obat-obatan kimia.

Sambil menjaga anak, akhirnya saya coba buka-buka forum diskusi parenting yang memang sudah saya ikuti sejak 3 tahun ini. Ada artikel menarik tentang Madu sebagai obat batuk sekaligus pereda panas demam anak alami.

madu anak untuk anak

Ya, selama ini saya sering mendengar bahkan dari orang tua saya dulu, saya selalu diberi madu ketika batuk ataupun panas. Namun yang menjadi perhatian saya sedikit terusik adalah, pernyataan tentang madu jangan diberikan kepada anak dibawah 1 tahun. Tertulis tentang bahaya “botulisme” yang bisa mengganggu pencernaan anak, bahkan bisa merusak saraf dan otot.
Akhirnya karena penasaran saya coba “gugling” tentang botulisme ini. Hasilnya ternyata masih pro dan kontra. Saya juga baca tentang botulisme ini di website dan jurnal luar negeri. Ini pun masih banyak perbedaan pendapat.

Namun ada beberapa hal yang saya coba buat setelah pusing membaca tentang botulisme ini :
1. Botulisme terjadi pada anak dibawah 1 tahun karena memang pencernaan anak di umur 1 tahun ke bawah, belum sempurna.
2. Jika ingin memberikan madu untuk anak di bawah 1 tahun, berikanlah madu murni yang sudah dibersihkan dari spora penyebab botulisme, yg biasanya datang dari kaki-kaki lebah.
3. Madu yang dihasilkan lebah digunakan untuk makanan anak-anak lebah, karenanya lebah juga sangat ketat menjaga higienitas madu, bahkan dari makhluk pengganggu yang mencoba mengambil madu, lebah sangat “spartan” menjaganya, bahkan mengorbankan nyawanya.
4. Kejadian botulisme ini sangat jarang sekali terjadi, bahkan untuk anak di bawah usia 1 tahun sangat jarang terjadi.

Hal ini akhirnya saya ceritakan dan saya diskusikan dengan suami. Suami saya dengan santainya justru menyatakan, itu bisa-bisa nya produsen vitamin anak aja, biar gak kalah saing sama madu, yang jelas-jelas alami dan bermanfaat bahkan juga di tulis di Al-Qur’an Al Karim. (Ternyata laki-laki itu cukup simple dan cepat ambil keputusan ya.. dibanding ibu-ibu yang rempong apalagi kalau bandingin barang belanjaan.. hi hi )

Kesimpulan saya dan terpengaruh suami, akhirnya saya putuskan untuk tetap memberikan madu pada anak. Sekarang tinggal memilih madu anak mana yang terbaik?
Setelah gugling lagi hihihi… akhirnya saya memutuskan memberikan madu anak antariksa. Pertimbangan saya sederhana, karena madu yang digunakan adalah madu murni, lalu kandungan alaminya cukup lengkap, ada madu, temulawak, ikan gabus dan gamat emas.

madu anak antariksa pilihanku
Keputusannya saya itu ternyata gak salah, setelah 2 hari konsumsi madu anak antariksa, anak saya yang bungsu sembuh batuk pileknya, lalu menyusul kakaknya sembuh dari panas demamnya.

Sekian saja goresan hati melalui ketikan tentang madu anak. Ini bukan tulisan ilmiah jadi gak usah diperdebatkan, sekedar berbagi saja dan menunjukan arah pilihan saya terhadap pemberian madu pada anak.

Updated: April 17, 2018 — 9:21 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Madu Lebah & Anak © 2017
%d bloggers like this: